Pertanyaan Favorit: Kuliah Arkeologi Ngapain Aja?

Pertanyaan Favorit: Kuliah Arkeologi Ngapain Aja?

kuliah arkeo-02
Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan orang, dan aku selalu senang menjawabnya.

“Kuliah arkeologi ngapain aja?”

Arkeologi bukan jurusan yang umum; di seluruh Indonesia, jurusan ini hanya ada di 6 dari 3000-an universitas di Indonesia, sehingga orang-orang bertanya. Dan kusuka sekali ditanya seperti ini!
Biasanya, aku akan kasih jawaban pendek dan riang, “Bersenang-senang!” karena memang itulah yang kulakukan di perkuliahan. Percaya nggak?
Ya bagaimana tidak?  Cuma segelintir kampus yang buka jurusan ini, dan ku sangat bersyukur bisa ‘kecemplung’ di sini! Dan aku memang betul merasa sedang bersenang-senang melakukan hal-hal ini: jalan-jalan, bertanya, mencari tau cerita-cerita menarik dari tinggalan arkeologi, belajar keragaman budaya, dan tentu aja yang paling asik: gali masa lalu, penggalian arkeologi betulan di lapangan (semoga Semesta memberiku kesempatan untuk ini lagi!). Lebih lanjut, aku ingin cerita tentang beberapa hal yang diajarkan selama kuliah arkeo:
 

hm_0004_DSC_0044
Survei lapangan
Cara mengenali peninggalan arkeologis
Peninggalan arkeologi adalah benda fisik hasil kebudayaan manusia yang usianya terbilang kuno (kata kuno itu sendiri relatif; kalau di Amerika, batas kekunoan benda arkeologi adalah minimal berusia 100 tahun, kalau di Indonesia 50 tahun). Peninggalan ini dapat berupa artefak, bangunan, atau kawasan arkeologi. Ada banyak sekali benda buatan manusia yang usianya lebih dari 50, tapi tentu saja tidak semuanya memiliki nilai tinggi bagi arkeologi. Lalu, bagaimana menentukan apakah benda tersebut penting atau tidak?
Karena tujuan arkeologi adalah merekonstruksi kebudayaan masa lalu, maka nilai penting atau tidaknya sebuah benda kuno adalah bagaimana seorang arkeolog, atas benda tersebut, dapat membuat tafsir yang kredibel mengenai kebudayaan yang memproduksi tinggalan tersebut. Membuat tafsir ini harus hati-hati dan jelas sekali, dan harus memperhatikan konteks. Misalnya: ditemukan gambar babi hutan di sebuah gua. Ini dapat menggambarkan bahwa gua itu pernah ditinggali manusia pada zaman prasejarah, dan sosok si babi hutan tersebut pasti memiliki peran di kebudayaan manusia prasejarah. Sang arkeolog dapat melakukan tafsir yang lebih jauh lagi untuk merekonstruksi kebudayaan tersebut dengan lebih dalam.
 
hm_0003_DSC_0143
Penggalian
Berkisah tentang masa lalu
Seperti yang sudah dibilang: tujuan arkeologi adalah merekonstruksi kebudayaan masa lalu. Atau, kami lebih familiar menyebutnya interpretasi atau tafsir. Interpretasi dalam arkeologi adalah tahap akhir penelitian setelah analisis. Jadi, di tahap interpretasi inilah akhirnya arkeolog dapat menemukan jawaban dari bagaimana kebudayaan masa lalu tersebut. Interpretasi semacam menyusun cerita dan asumsi yang didasarkan pada benda arkeologi yang sudah dianalisis. Analisis untuk menyusun interpretasi yang baik ini tidak mudah, loh. Harus pintar-pintar memilih teori yang ingin diterapkan, harus tetap objektif, dan harus teliti, tidak boleh terburu-buru berasumsi. !
 
Penggalian arkeologi (ekskavasi)
Ini favorit! Kami turun ke lapangan, melakukan survei, membuat kotak gali dan menggali sungguhan, menemukan aneka benda dan menganalisisnya. Penggalian adalah ciri khas arkeolog (dan memang umumnya orang mengasosiasikan arkeolog dengan penggalian atau ekskavasi).
post-01Di awal ekskavasi, arkeolog perlu meninjau keadaan lapangan, meliputi keadaan tanah, persebaran tumbuhan, struktur bangunan, maupun temuan permukaan. Memperhatikan apa yang terdapat di permukaan tanah dapat memperkuat prediksi akan temuan arkeologis apa yang terkubur di bawahnya, sehingga arkeolog dapat lebih presisi menentukan titik dimana ia harus menggali. Misalnya, sebaran pecahan tembikar kuno di permukaan tanah dapat mengindikasikan bahwa lokasi itu pernah ditinggali manusia sebelumnya. Kadangkala, jumlah temuan yang cukup padat dalam satu titik bisa mengindikasikan bahwa ada bangunan kuno yang terkubur di bawahnya. Wow!
Dalam prosesnya, penggalian arkeologis punya metodologi sendiri, yang bergantung pada perkembangan dunia arkeologi serta teknologi yang digunakan untuk penelitian. Metode yang digunakan juga tidak absolut, melainkan fleksibel, ya wajar, ilmu pengetahuan kan selalu berkembang. Tapi, tetap ada hal-hal prinsipil yang jadi pakem.
post-02Saat ekskavasi, kami juga harus membuat laporan yang rinci. Ekskavasi adalah kegiatan merusak, sehingga pelakunya (atau arkeolog) bertanggungjawab untuk menuliskan dengan rinci apa yang terjadi selama kegiatan tersebut. Laporan dapat berupa uraian, denah, sketsa, foto, dan macam-macam lagi. Arkeolog tidak boleh luput mencatat, jadi kami ditekankan sekali untuk note-taking.
Itu segelintir dari sekian banyak hal menarik dari arkeologi. Kami melakukan banyak hal lain; mengelola pameran di museum, belajar publikasi yang menarik untuk arkeologi, memahami cara menyikapi benda arkeologi dalam konteks hukum, dan banyak lagi. Ada kutipan yang sangat kusukai dari Lesley dan Roy Adkins, sepasang arkeolog: Once you have made the first step towards finding out more about archaeology, it is likely that you will never turn back.”
Oya, aku merangkum 2 tahun pertama di arkeo di blog ini, sila baca ya!
Kuliah Arkeologi Tahun Pertama
Kuliah Arkeologi Tahun Kedua
Menurutmu, kuliah arkeologi itu ngapain aja? Apa yang kira-kira menarik atau bikin penasaran dari arkeo?

4 pemikiran pada “Pertanyaan Favorit: Kuliah Arkeologi Ngapain Aja?”

  1. Kalo jadi anak ips, hampir pasti mau ambil jurusan arkeologi dulu. Karena ipa, ambil yang ngga umum juga, geografi. Banyak juga yang tanya karena jurusan yang ngga mainstream hehe..

Kasih tanggapan dong!

%d blogger menyukai ini: