Kepada: Nona

Sumber gambar: Shutterstock

Nona,

tahukah? Kita punya kesamaan sedikit-sedikit, Nona. Kita punya model rambut yang serupa: mulai dari potongan, warna, dan tekstur. Punya tinggi badan yang tidak jauh beda: seratus lima puluh lebih sedikit. Punya deret gigi yang mirip: gingsul di sebelah kanan. Punya status yang sama di keluarga: sulung dengan adik-adik perempuan.

Tapi, kita juga berbeda sekaligus. Nona sosok yang ramah, murah senyum. Tidak begitu denganku. Nona pandai bernyanyi. Tidak sama sekali kalau aku. Nona pejuang dalam keadaan apapun. Tidak sepertiku yang lembek. Dan aduh, ada berapa ratus hal lain ya?

Kita pernah bertemu, Nona. Lebih dari sekali. Dengan sapaan dan sedikit percakapan. Ah, Nona pasti lupa: petang itu di Sudirman, salah satu temu kita. Aku masih ingat tiap detailnya. Mustahil lupa. Bagaimana bisa?

Ngomong-ngomong, aku mau tanya pada Tuhan, siapa di antara kita yang lebih giat mengemis pada-Nya?

Kasih tanggapan dong!