Maret 20: Payakumbuh

Pekan terbaik selama setahun terakhir ini adalah awal November 2018 lalu, yang kuhabiskan di Payakumbuh.

Aku bangun jauh lebih pagi dari biasanya. Beraktivitas lebih banyak dan lebih bersemangat. Mengunjungi banyak tempat: lokasi-lokasi objek penelitian skripsi, tempat-tempat wisata, dan rumah kerabat. Mendapat tumpangan dan perhatian tulus dari kerabat di sini. Mengenal banyak saudara jauh, melihat bahwa idiom darah lebih kental dari air itu rupanya nyata.

Aku tidak tau apakah karena memang perjalanan ini merupakan akumulasi dari mimpi bertahun-tahun untuk berada di ranah ini, atau apakah karena kerabat yang menjemputku begitu bersahabat dan sangat menyambut, atau apakah karena aku cuma bosan dengan Jakarta dan Bekasi, atau karena baru merasakan lagi udara sejuk, atau karena tidak pegang laptop sama sekali dan tidak dibebani tugas yang banyak, atau karena ini memang rumah, sebagaimana Jeffrey Hadler bilang.

Tapi itu sungguh pekan yang menakjubkan. Aku melakukan dan mendapatkan banyak hal sekaligus. Sekarang, sedang merencanakan bagaimana caranya kembali. Bukan hanya untuk satu-dua pekan, tapi untuk rentang yang lebih lama: bermukim.

2018. Bersama para perempuan yang kurindu dari jarak seribu tiga ratus kilometer, di Kelok Sembilan, Payakumbuh.

Maret selalu jadi bulan dimana Semesta meluapkan aneka warna di hari-hari. Tahun ini aku ingin merayakan Maret dengan maraton menulis syukur, satu post tiap hari.

Kasih tanggapan dong!

5 pemikiran pada “Maret 20: Payakumbuh”

      • Kalau Prita ke Payakumbuh dari Bandara Internasional Minangkabau atau dari Padang, kemungkinan besar bakal lewat rumahku :D. Aku bukan orang Payakumbuh sih, tapi jaraknya sekitar 1 jamlah dari rumah. Pernah beberapa kali ke sana 🙂

  1. Alhamdulillaaaah. Itu di payakumbuh lagi survey buat penelitian atau gimana? kok asik bangeeeet bisa sampe sanaa. Iya yah, di sana masih adem dan khas desa yang bersih, sederhana, apik. Bahagianyaaa prita bisa nyicip tinggal di sumbar. Jelas bahagia ya soalnya jakarta bekasi sumpek panas bising banyak polusi wkwk. Semoga berkah di mana pun beradaa 🙂

    • lagi ambil dat buat skripsi, sekalian numpang di tempat om. SEru bangeeett, Kak Sekar pernah ke sana?
      Semoga Kak Sekar lebih lebih berkah, kemanapun Kakak yaaaa<3

%d blogger menyukai ini: