Keempatbelas

Juli sudah lewat empat belas kali, dan tidak seharipun alpa. Aku tidak menyanggah bahwa aku banyak berbelok, mencoba simpang-simpang di hadapan, tapi sepertinya Semesta memang menggariskan aku untuk tetap di satu jalan.

Juli sudah lewat empat belas kali, dan tidak ada yang bertambah kecuali yakin. Tidak ada yang berkurang kecuali ragu.

Juli sudah lewat empat belas kali, dan kadang aku berpikir, apakah ini sudah cukup panjang? Tapi tidak, epilognya masih nun jauh di sana.

***

Beberapa pekan terakhir, aku mendengarkan berulang How Does A Moment Last Forever, dan sungguhan bertanya-tanya how does a moment last forever, sementara momen lain bisa dengan begitu mudah lenyap dari benak. Lima ribu hari lebih, sungguh Semesta menyuguhkan kita hal-hal ajaib ya?

Kasih tanggapan dong!