Tertinggal [Cerpen] [2/2]
Lanjutan dari Tertinggal [Cerpen] [1/2] “Iya,” sahut si anak muda, “Itu membuatku jadi makin sulit… baca lagi!
Lanjutan dari Tertinggal [Cerpen] [1/2] “Iya,” sahut si anak muda, “Itu membuatku jadi makin sulit… baca lagi!
Suatu hari, seorang anak muda bangun terlambat. Matahari sudah tinggi, dan di luar rumahnya sudah… baca lagi!
Sebelumnya: Berperan Layaknya Angin [Cerpen] [1/2] “Ya, begitulah. Lamaran Lisna ke banyak studio ditolak, padahal… baca lagi!
Itu Lisna. Dila mengenali gigi taring patahnya saat gadis itu nyengir. Dila memikirkan cara bagaimana… baca lagi!
Aku kenal seseorang, yang ketika melihatnya, tiba-tiba berputar di kepalaku sepotong You Belong with Me-nya… baca lagi!
Ilustrasi dikerjakan berdasarkan instruksi seorang teman. Agak berbeda dari sketsa dan ekspektasi awal, tapi… baca lagi!
Kalau pergi ke toko buku, aku senang melihat-lihat buku agenda yang lucu-lucu dan rapi-rapi. Tapi,… baca lagi!
Di suatu siang yang gerah di Jakarta, sebuah otak yang bervolume kecil merengut. “Aku… baca lagi!
Saung Minang Kolaborasi kesegaran alam dan kehangatan hunian keluarga Rumah ini dinamakan Saung Minang… baca lagi!
Dan ketika terpahat pada lekuk wajahnya lengkung senyum dari leleh air mata. Dan ketika… baca lagi!