
Aku beruntung. Hoki. Bejo. Lucky.
Kuteriakkan itu pada langit, lantang hingga pita suaraku rasanya mau putus. Setelah kalimatku selesai, aku menoleh lagi ke belakang, melihat ke dua dekade sarat hangat (dan sesekali sendu). Lalu aku berbalik lagi menengadah ke arah langit.
Aku beruntung. Hoki. Bejo. Lucky.