Halo, Selamat Datang!

Aku di sini nulis banyak hal, termasuk RESENSI dan HARIAN. Kadang nulis topik lain juga yang terkait dengan hari-hari sebagai warga pinggiran ibukota. Senang sekali kalau kamu mau memberi tanggapan di kolom komentar!
RESENSI
Tunggu Aku Sukses Nanti: Film Komedi yang Lekat di Kehidupan Banyak Orang
Ini dia, si jobless boy kita. Kamu tuh nggak malu, jadi pengangguran terus?Tante Yuli dalam… baca lagi!
Na Willa: Film yang Cantik di Segala Aspek
“Mak bohong! Sepatu Mak ada kerikilnya!” Na Willa, 2026 Film ini sangat cantik. Cantik adalah… baca lagi!
Resensi The Art of Jumbo: Paparan Detail Penuh Kasih dari Ryan Adriandhy
“Diary” dari proses kreatif di balik film fenomenal Jumbo ini membuatku kembali menoleh ke cita-cita… baca lagi!
Mens Rea: Pertunjukan Lawak yang Dieksekusi Serius
“Selamat malam, atasan Presiden Republik Indonesia!” sapa Pandji Pragiwaksono kepada 10.000 hadirin yang memadati Indonesia… baca lagi!
Sammy Obeid Live in Jakarta
Mulanya, aku ragu untuk hadir di Sammy Obeid Live in Jakarta ini, mempertanyakan apakah harga… baca lagi!
HARIAN
Semakin Tidak Prita
Beberapa waktu belakangan, aku mulai membeli makanan yang tidak kuhabiskan; barang yang tidak benar-benar kupakai;… baca lagi!
Membincangkan kau (lagi).
Ada dua jenis sulung di dunia ini. Yang pertama, yang menjadi payung mahatangguh. Naungannya berlaku… baca lagi!
Mens Rea: Pertunjukan Lawak yang Dieksekusi Serius
“Selamat malam, atasan Presiden Republik Indonesia!” sapa Pandji Pragiwaksono kepada 10.000 hadirin yang memadati Indonesia… baca lagi!
Sammy Obeid Live in Jakarta
Mulanya, aku ragu untuk hadir di Sammy Obeid Live in Jakarta ini, mempertanyakan apakah harga… baca lagi!
Aku beruntung
Aku beruntung. Hoki. Bejo. Lucky. Kuteriakkan itu pada langit, lantang hingga pita suaraku rasanya mau… baca lagi!
KARYA
Tertinggal [Cerpen] [2/2]
Lanjutan dari Tertinggal [Cerpen] [1/2] “Iya,” sahut si anak muda, “Itu membuatku jadi makin sulit… baca lagi!
Tertinggal [Cerpen] [1/2]
Suatu hari, seorang anak muda bangun terlambat. Matahari sudah tinggi, dan di luar rumahnya sudah… baca lagi!
Berperan Layaknya Angin [Cerpen] [2/2]
Sebelumnya: Berperan Layaknya Angin [Cerpen] [1/2] “Ya, begitulah. Lamaran Lisna ke banyak studio ditolak, padahal… baca lagi!
Berperan Layaknya Angin [Cerpen] [1/2]
Itu Lisna. Dila mengenali gigi taring patahnya saat gadis itu nyengir. Dila memikirkan cara bagaimana… baca lagi!
Ketemu
Aku kenal seseorang, yang ketika melihatnya, tiba-tiba berputar di kepalaku sepotong You Belong with Me-nya… baca lagi!
Beberapa tulisan lama relatif kontra dengan prinsip Prita saat ini, jadi tidak semua tulisan di sini merepresentasikan idealisme Prita hari ini. Sengaja tidak dihapus, agar bisa jadi rekam jejak bagaimana Prita berkembang, sekaligus pengingat bahwa idealisme itu dinamis sekali; kita bisa menyetujui sesuatu yang akan kita tolak mentah-mentah besok, karenanya kita tidak boleh terlalu tenggelam di ide tertentu.