Lepas petang, langit kita tiba-tiba cerah. Adakah kau memperhatikan? Warnanya sudah biru pekat, tapi masih ada gumpalan awan, cantik, putih, menggantung. Gemintang bertebaran, nyalanya lebih pijar dari yang biasa.
Jam-jam berlalu. Malam mulai menua. Langit thau-tahu jadi lembab. Pelan-pelan, gerimis menyapu atap kita. Segar menggelitik kulit wajah. Lambat laun, terasa dingin. Tapi belum, kita belum kedinginan. Lagipula, kita tidak pernah menghindari hujan–alih-alih, menikmati hawa magis yang dibawanya. Kemudian langit kehabisan tetes air. Sebentar saja, kembali cerah.
Malam merangkak naik, hingga akhirnya tiba di pucuk.
Selamat ulang tahun.