Pucuk malam

Lepas petang, langit kita tiba-tiba cerah. Adakah kau memperhatikan? Warnanya sudah biru pekat, tapi masih ada gumpalan awan, cantik, putih, menggantung. Gemintang bertebaran, nyalanya lebih pijar dari yang biasa.

Jam-jam berlalu. Malam mulai menua. Langit thau-tahu jadi lembab. Pelan-pelan, gerimis menyapu atap kita. Segar menggelitik kulit wajah. Lambat laun, terasa dingin. Tapi belum, kita belum kedinginan. Lagipula, kita tidak pernah menghindari hujan–alih-alih, menikmati hawa magis yang dibawanya. Kemudian langit kehabisan tetes air. Sebentar saja, kembali cerah.

Malam merangkak naik, hingga akhirnya tiba di pucuk.

Selamat ulang tahun.


Tulisan tahunan: 2018. 2017. 2016. 2013.

Kasih tanggapan dong!