| Cara sederhanaku ngilangin rasa kesel. | Oct 17, ’09 10:30 AM untuk semuanya |
Pernah suatu ketika, aku melakukan kesalahan yang sangat besar, dan aku sangat menyesal karenanya. Orang yang terlibat dalam kesalahan itu, sungguh, aku ingin meminta maaf padanya … Kesalahanku teramat fatal padanya saat itu. Namun sekarang, kami sudah tak bertemu lagi, dan kami berpisah dalam keadaan saling membenci. Beberapa waktu kemudian aku menyesal, menyesal sekali, ingin meminta maaf padanya, tapi tak tau apa yang harus kulakukan. Ya Rabb, apakah dia masih mengingat kesalahanku dan masih kesal padaku?
Dan sebagai tebusan kesalahanku, aku mendo’akannya, agar selalu dalam jalan Allah, diberkahi, dan selamat dunia-akhirat. Tak lupa aku berharap, agar dia mau memaafkan aku.
Aku tak mau menyesal lebih lanjut, jadi aku membuat suatu pemikiran ketika aku merasa kesal pada seseorang, karena kesalahannya di waktu lalu. Begini pemikiranku:
“Udahlah, Prita,” aku berbicara pada diriku sendiri *bukan orgil tapi*, “Kamu pernah juga melakukan kesalahan pada seseorang, dan kamu menyesal, kan? Bagaimana jika orang yang kamu benci itu berada di posisimu; menyesal, tapi dia gengsi untuk meminta maaf langsung padamu? Dan Prita, bayangkan bagaimana dia berdo’a kepadaNya, meminta agar kau selalu dilindungi … Ingat semua nikmat yang kau terima, dan bayangkanlah kalau sebagian nikmat itu datang dari do’a orang yang kau benci, seperti kau berdo’a penuh penyesalan untuk orang yang (mungkin) membencimu …”
Dan setelah berpikir seperti itu, aku tak lagi merasa kesal.
Ya, ini hanyalah pemikiran sederhanaku, moga berguna.
|
adiahtakeuchi menulis on Oct 21, ’09
Tp..Biasanya…kalau permasalahan kekesalannya masih hangat/baru…orang sulit memaafkan…tp kalau sudah lama…Sudah Lupa deh…!!!
Jadi Hubungan Bisa membaik kembali:)) |
|
|
Dilihat 20 kali oleh 12 orang, terkini on May 19, ’10