| Beban itu wajib kau panggul, mau tak mau | Sep 3, ’10 10:32 AM untuk semuanya |
Mereka letakkan beban itu dibahumu, tak peduli kau menerimanya atau tidak. Dan sekarang, mau tak mau kau harus mampu panggul beban itu.
Taukah kau siapa yang memberikannya, padahal belum tentu kau mau panggul beban itu?
Taukah kau siapa yang begitu tega melemparkan beban ke bahumu?
Taukah kau…?
Mereka adalah sekelompok manusia. Manusia yang mengabdikan hidup untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Bukan hanya Sukarno ataupun Hatta ataupun Sutomo ataupun Ki Hajar Dewantoro, bukan. Tapi semua generasi yang meneteskan darah di negri indah ini, semua yang bahkan memberikan nyawa demi membeli merdeka. Meskipun pembelian itu harus korbankan darah dan napas.
Ya, mereka tega letakkan beban itu, meskipun kau tak ingin memanggulnya.
Taukah kau beban macam apa yang tega mereka lempar kepadamu…?
Yaitu beban menjaga kemerdekaan dan merawatnya. Bagaimana kau harus mampu ukir prestasi di kelas internasional, agar kemerdekaan ini tak sia-sia. Bagaimana kau harus menjadi insan yang beradab, yang peduli pada sesama, agar kemerdekaan ini tetap abadi. Bagaimana kau harus kelola semua yang ada di negri ini secara multimanfaat, agar kemerdekaan tak terebut kembali. Bagaimana kau harus menjadi generasi cemerlang bagi negri ini. Bagaimana kau harus kuat panggul seluruh bebanĀ itu.
Jangan mengeluh kawan, jangan mengeluh!!
Taukah kau, mereka yang memberimu beban juga pernah memanggul beban, yang diletakkan oleh takdir, dan beban itu, jutaan kali lipat lebih berat dari apa yang ada di punggungmu! Tapi apakah ada keluh?
Beban mereka adalah beban mempertaruhkan hidup, demi merebut kemerdekaan.
Sebandingkah dengan bebanmu, yang hanya sekedar merawat kemerdekaan?
Bagaimana merebut amatlah rumit, mereka harus mampu sempurnakan iman, mental, otak, dan fisik. Bagaimana apa yang mereka rebut bukanlah merebut boneka berkepang dari anak perempuan kecil, tapi yang mereka harus rebut adalah kemerdekaan dari prajurit putih bertubuh tegap.
Beban itu wajib kau panggul. Bukan karena tega mereka, atau karena kesialanmu. Tapi ini karena kau pemuda, pemuda Indonesia yang penuh tanggung jawab.
Panggullah beban itu, kuatkan dirimu, sempurnakan iman, mental, otak, dan fisikmu. Sempurnakanlah semua itu, demi rawat kemerdekaan.
|
|
Dilihat 7 kali oleh 5 orang, terkini on Oct 4, ’10