| Dan aku memilih SMK | May 14, ’11 11:41 AM untuk semuanya |
“Lo SMK, Prit? Serius?”
“Iya. Gua males masuk SMA.”
“Kenapa?”
“Nggak seru.”
Nggak seru. Tentu aja. Di SMA, aku masih akan duduk, mendengarkan guru, menulis catatan dan menyilang jawaban. Ya ampun, udah hampir satu dekade aku belajar cuma mendengarkan, mencatat, dan menyilang jawaban. Di SMK, tentu sistemnya berbeda. Para murid akan keluar kelas, dan akan ada banyak praktek–menyenangkan.
“Lo SMK, Prit? Serius?”
“Iya. Gua males masuk SMA.”
“Lho, katanya lo mo kuliah di STAN?”
“Emang.”
Sekitar setahun terakhir ini, aku sudah mematok universitas tujuanku: STAN. Faktor biaya, hehe. Aku sudah mengecek dari jauh hari sebelum ambil keputusan, kalau STAN akan menerima murid lulusan SMK jurusan apapun. Untuk tahun ini, ya. Tapi kupikir berlaku juga untuk beberapa tahun kedepan. Beberapa tahun lalu, STAN memang hanya menerima lulusan SMK jurusa bisnis manajemen. Semoga jalanku dimudahkan nantinya. Amin (ˇʃƪˇ).
Dan, aku juga memilih SMK karena masalah waktu dan ketertarikan.
Aku seorang pelajar, dan ingin terus menjadi pelajar. Terlalu banyak disiplin ilmu yang menarik hatiku. Mulai dari perkomputeran, bisnis dan ekonomi, paleontologi, lingkungan, desain busana, arsitektur, animasi, taksonomi, arkeologi, filsafat, hingga eksakta. Terlalu banyak, aku nggak pernah bisa pilih dimana aku benar-benar tertarik.
Maka, kupilih SMK dulu. Multimedia, itulah jurusannya. Lepas dari sana, aku ingin lanjut ke STAN, biar hidup terjamin gitu (desas-desus: mahasiswa STAN calon orang kaya). Tentu aja nggak kuliah doang. Sambil kerja. Bukan untuk bayar kuliah–kuliah di STAN GRATIS–tapi untuk menabung. Lepas dari STAN, aku akan cari sekolah lain. ITB, mungkin. Atau IPB. Atau UNJ. Atau yang lainnya. Dan aku akan pakai tabunganku untuk mendaftar, dan aku akan pilih bidang yang kusuka. Mungkin agrikultural. Mungkin taksonomi. Mungkin filsafat. Mungkin desain. Asal jangan olahtubuh dan musik; dua bidang yang tidak aku minati.
Bagaimana kalau aku pilih SMA? Keuntungannya, adalah prestise, karena SMK adalah sekolah kelas dua, yang berpikir langsung bekerja tanpa lanjut belajar lagi. Selain itu, di SMA, kita akan mendalami pengetahuan umum, seperti IPA atau IPS, dan belum mengacu kepada jurusan yang kita minati.
Tapi, aku memilih SMK. Aku akan menabung untuk membeli buku-buku SMA terbitan pemerintah, atau mendownloadnya dengan gratis, untuk kupelajari di akhir minggu (dengan catatan, kalo aku nggak malas). Dan aku akan terus mencari informasi soal PTN favorit, dan kalau bisa, beasiswanya.
Aku pilih SMK. Semoga orangtuaku merestui–aku belum bilang keputusanku. Do’ain yaa..

|
friewan} berkata
Wah saya salut dengan visi kamu yang udah menjangkau ke bangku kuliah *dua jempol* Alasan kamu logis, saya dulu juga masuk SMK karena bosan dengan gaya belajar teoritis. Di ruang kelas selalu mana betah. Masuk STAN? Ya..kamu akan melalui tes yang berat. Jika lulus, kamu akan mendapatkan ikatan kerja dan sangat sulit untuk kuliah lepas seperti rencana kamu. Saran saya, karena kamu masih bingung dengan ‘passion’ yang kamu miliki, maka lebih baik kenali dulu ‘passion’ tersebut sebelum memutuskan. Saya doakan kamu bisa sukses ya. Sebagaimana juga ponakan saya yang akan lulus SMP di tahun ini. Ciao! Aamiin… Makasih banyak sarannya ya Kak, udah nyempetin ngomen panjang-panjang 🙂
*eh, panggil Kakak nggak papa kan? |
|
iwananashaya menulis on May 14, ’11
BaarokaLLOHU fiyk …
Btw, baru lulus SMP? … |
|
iwananashaya} berkata
Btw, baru lulus SMP? …
Hehe iya.. ah nggak ah, belum sekeren Kak Iwana ^^
|
|
kakcipa31} berkata
Sukses ya Syif 🙂
|
|
missprita} berkata
Makasih ya..
|
|
latansaide menulis on May 14, ’11
saya mendukung!
oh ya, pesan penting: berbahagialah di SMK-mu dan jangan pernah mengatakan menyesal semoga Allah memberkatimu |
|
latansaide} berkata
oh ya, pesan penting: berbahagialah di SMK-mu dan jangan pernah mengatakan menyesal semoga Allah memberkatimu Saya juga mendukung deh kalau itu yang terbaik.
|
|
latansaide} berkata
oh ya, pesan penting: berbahagialah di SMK-mu dan jangan pernah mengatakan menyesal semoga Allah memberkatimu Aamiin. Makasih Kak Latansa 🙂 SNMPTN dimana Kak?
|
|
latansaide menulis on May 15, ’11
missprita} berkata
Pend. Dokter UI
|
|
latansaide} berkata
Sukses ya Kak.. 🙂
|
|
latansaide menulis on May 17, ’11
missprita} berkata
Terima kasih 🙂 Jazakillah
|
|
zanazaina} berkata
Aamiin. Makasih do’anya Zaina 🙂
|
|
missprita} berkata
sama-sama, kak !
|
|
faisafili22 menulis on May 15, ’11
wa… gak trasa kak Prita lulus SMP, rasanya baru sebentar ya.Aku salut bgt sama kak Prita. Berjuang ya kak! Aku do’akan semoga kak Prita bisa, terus sukses,pokknya all the best! Jangan lupa kak, selalu mengucap bamallah ketika akan memulai sesuatu, dan mengucap hamdallah jika bisa melakukannya… 😀
|
|
faisafili22} berkata
Aamiin.. Makasih banyak ya do’anya 🙂 moga kamu juga gitu, sukses terus
|
|
faisafili22 menulis on May 16, ’11
missprita} berkata
amin
|
|
|
Dilihat 62 kali oleh 20 orang, terkini on Aug 6, ’11
Hai Prita, saya kira kamu sudah kuliah ternyata baru lepas SMP ya?