Ngeblog, Menitik pada Statistik?

Ngeblog, Menitik pada Statistik?

Statistik blog turun, nih. Nggak turun tajam, tapi ya, persentasenya tidak bisa dibilang kecil. Sebagai narablog yang memantau statistik, hal kayak gini agak mengganggu buat saya. Apakah saya perlu siaga, jaga-jaga agar nggak turun makin drastis?
Ilustrasi Blog
Kenapa statistik turun? Tentu saja karena makin sedikit yang berkunjung. Dan kenapa itu? Karena saya jarang muncul di reader teman-teman–alias jarang ngepost. Dan kalaupun ngepost, postnya juga isinya curhat–yang seringkali garing. Ya ampun, siapa yang mau baca curhatan garing?
Di samping itu, tentu saja saya ingin statistik blog ini naik. Ya tidak perlu banyak, yang penting tetap progresif. Siapa tau, bisa dapat klik harian yang lumayan untuk dipasangi WordAds (setelah beli domain, tentunya–masih belum tau kapan). Mungkin, saya harus banyakin nulis tentang topik yang memungkinkan tulisan saya muncul di halaman-halaman awal mesin pencari, dan memperbanyak kata kunci yang ramah SEO.
Tapi, apa sih sebenarnya tujuan saya ngeblog? Apakah emang untuk naikin jumlah pengunjung; menitik pada statistik, atau untuk hal lain?
Jumlah pengunjung, mungkin emang salah satu faktor. Apa guna ngeblog kalau bukan untuk dikunjungi? Tapi tentu saja, pengunjung bukan faktor utama. Apa asyiknya punya banyak jumlah pengunjung? Apalagi untuk blog macam yang ini yang isinya banyak curhat yang notabene menyinggung kehidupan pribadi, duh kan nggak asik kalo terlalu banyak yang akses blog ini. Jadi, apa faktor utama?
Tentu saja, bangun jaringan! Terlebih, jaringan yang kuat dan kental dengan saling komentar.
Jaringan yang kuat, bagi saya adalah seberapa jauh hubungan kita dengan teman-teman blog. Saya mungkin belum sampai masuk ke komunitas-komunitas narablog atau ramai-ramai bertukar tulisan, tapi saya senang sekali ada teman-teman blog tidak hanya sekadar berinteraksi di blog satu sama lain, tapi juga di media sosial lain, bahkan beberapa cenderung yang lebih eksklusif seperti berkirim email dan chat.
Komentar, adalah hal yang paling saya suka dalam ngeblog. Mendapat tanggapan dari apa yang sudah kita utarakan kan merupakan tanda bahwa ada apresiasi, ada timbal balik, terhadap tulisan kita. Dan menurut saya, ini bukan hal remeh. Kadang, tanggapan teman-teman terhadap tulisan saya tidak hanya dua-tiga kata pendek, tapi kritik membangun, masukan yang terdiri dari selusin kalimat, atau respon berupa cerita. Wah, senang sekali ada orang-orang yang bersedia sebegini sungguh-sungguh menanggapi tulisan saya.
Beberapa keuntungan jaringan:

  • Dapat buku gratisaaan (misalnya dari Kak NJ dan Kak Fhay. Dulu waktu masih di Multiply juga pernah dikirimi buku oleh Medina Savira)
  • Kartu pos! Saya dapat kartu pos, dari Kak NJ, Kak Nella dan Teh Dewi. Dan surat juga, sewaktu masih di Multiply, dari Sari yang kini sudah entah gimana kabarnya.
  • Komentar! Komentar itu sangat berharga–apalagi yang bernada kritik. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya–komentar adalah favorit saya.
  • Dan banyak lagi! Misalnya, beberapa kerjasama desain, menulis, info lomba, dan banyak hal lain!

Meski grafik statistik turun, syukurnya masih ada teman-teman yang tetap berkunjung dan berkomentar. Bahkan, yang lebih progresif: komentar dari orang-orang baru. Wah, ini bikin saya senang sekali. Intinya, statistik tidak sepenting jaringan. Saya ngeblog untuk teman-teman di blog dan media sosial lain, untuk membangun jaringan yang kuat. Bukan untuk SEO dan statistik. Pengen sih, tapi SEO memberikan pengunjung yang banyak, bukan pengunjung yang aktif berkomentar.
Lagipula, kalau ingin mengejar SEO sebaiknya blog itu kan harus niche. Sementara, saya tidak merencanakan blog ini jadi niche. Ada banyak sekali topik yang ingin saya tulis entah itu bacaan, kuliah, tugas, opini, puisi, kenangan, dan terutama desain atau karya. Dengan ini, saya bisa membangun citra (atau branding) diri. Selain ‘jual diri’ di portofolio Kreavi, kan lebih nyaman punya halaman sendiri yang isinya tulisan-tulisan (termasuk resensi. Ngomong-ngomong, saya sangat membuka diri kalau ada yang mau kirimin buku untuk diresensi yaaa).
Kalau Anda, gimana?

Ngomong-ngomong, untuk semua teman yang berinteraksi di blog, ya Tuhan, terima kasihku membuncah. Semoga kita terus menulis dan saling mengkritik ya!

Satu pemikiran pada “Ngeblog, Menitik pada Statistik?”

  1. Wkwkwk. saya sih bukan tipe orang yang peduli sama statistik. Wong blog saya isinya curhatan semua. Yah, kalo ada yang komentar syukur, kalo gak ada ya anggap aja blog sebagai buku harian online. hehe. Semangat ya kamu

  2. Kalo soal statistik, aku juga rada rada nggak paham kenapa bsa turun dan naik,, yang aku tahu yaa cuma bisa share unek undek di blog wkwkwk dan beli domain biar gampang aja diingat nama blognya hehhee

  3. Nganu, rupanya Prita sudah duluan menulis tentang kegelisahan saya ttg statistik blog itu ya. Dan sudut pandang Prita ternyata lebih tegas…. 😐

  4. Owemjiii ada namaku disebut2 bahkan sampai dua kaliii! 🙂
    Keberkahan ngeblog jg didesainin header sama jaringan aka Prita. Heheee, thx anyway 😀

  5. iya siy kembali ke tujuan.
    kalo saya mah gak teliti sama pengunjung meski seneng juga kalau tulisan dibaca :D. tapi kalo konsisten nulis juga statistik g boong. sll ada kunjungan dan bisa naik terus.
    ah, MP emang the best lah 😀

    • Kalo di MP jaringannya kentel banget, jadi kangen huhu 🙁 apalagi ada fitur yang pengunjung per postnya itu keliatan (lupa apa namanya), mungkin itu juga kali ya yang bikin ikatan antar-narablog lebih kuat. Terlebih, kontak aku banyak yang rajin curhat jadinya yaa lebih deket.
      Tapi di sini, asyiknya, platformnya lebih bersahabat dan jaringannya cenderung lebih profesional, banyak yang niche dan jarang komen OOT (jaringanku di MP banyak banget OOTnya)

  6. “Saya ngeblog untuk teman-teman di blog dan media sosial lain.” So sweet banget sih heheheh
    Pernah juga sih memikirkan menjadi blogger yg pro. Tapi yang bisa ditulis sekarng memang curhatan alay. Ya mungkin suatu saat ada caranya curhatan alay bisa menjadi cerita yang menarik dan bermanfaat. Hehehehe

    • Iyaaa dong, kan ngeblog untuk sesama bukan untuk Google, hahaha. Di samping itu, setidaknya ngeblog bisa jadi terapi untuk diri kita sendiri, biar nggak stres, biar ada yang menanggapi cerita kita

  7. Klo saya akhir-akhir ini statistik naik terus. Udah 2 bulanan. Padahal ya sama, isinya gak jelas ha ha ha…..
    Tapi klo strategi saya khusus nulis tentang tips ngeblog dan tips menulis buat nyari pengunjung. Sisanya ya postingan suka-suka aja.

  8. Hai Prita semua blogger yg di wp mengalamai penurunan dratis trafik karena perubahan algoritma Google. Saya yang awalnya bisa 4rb an7hari skrg dapat 3rb aja sdh beruntung deh, sabtu minggu tambah merosot lagi 😀 . Klo mau tahu lebih lanjut bisa google mengenai algoritma. Jadi si G ini mau mereka yg cari sesuatu di mesin pencari benar2 masuk ke blog/tulisan yg sesuai, gak hanya krn tags asal2an yg dibuta. Trus tukar2 link tuh skrg gak bagus lagi kata google.
    Mengenai Worads lagi jeblok banget sejak Feb 2016. Paling parah dapatnya 4 bulan terkahir. Pokonya gak worth it ikutan WA skrg ini.

  9. kalo menurut saya sih kembali lagi tujuan kita ngeblog itu buat apa ? Kalau bagi saya ngeblog emang buat nulis curhatan ajah sih, jadi isinya curhatan alay-lebay dan lain2nya,wkwkwkwk.. Intinya kegiatan ngeblog dibawa santai. Ga tau yaa kalau org lain gmn..
    Silaturahmi yg di bangun di dunia maya, bisa jadi terjadi di dunia nyata. I mean kopdaran! Dan pas kopdar biasanya berasaa udah kenal lamaaa,hahahaha

    • Iyaaa apalagi kalo temen-temen ngikut curhatan kita, jadi di tiap post baru komen mereka kadang nyambugn sama post selanjutnya, yang kayak gini tuh bikin seneng karena tau mereka ngikut tulisn-tulisan kita. Huhu aku belum pernah kopdar :((

  10. Gak harus soal stat doang kok. Balik ke masing2 tujuan awal ngeblognya apa. Kl mang mau monetisasi. Well ada baiknya memperhatikan banyak hal. Termasuk stats sih.

    • Seringkali stats menggambarkan banyak hal ya Mas, entah itu kualitas tulisan, betah atau nggaknya orang blogwalk di blog kita, atau semacemnya. Sebenernya sih saya sendiri akhir-akhir ini terlalu berorientasi pada stats, dan ini agak nggak mendukung tujuan awal saya ngeblog yang notabene ngembangin tulisan dan nyari teman-teman dekat.

  11. Kadang ada rasa puas tersendiri kalau statistik naik..
    Begitupun beberapa mesin pencari menemukan link menuju blog..
    Memang tujuan awal kita nulis biar ada yang baca..
    Dan tentunya komentar lah yang menunjukkan tulisan kita dibaca atau sekedar basa basi meninggalkan jejak…
    Tapi ada yang lebih penting dari itu semua…
    Komitment tetep berkarya.
    Cuma itu yang aku pikirin biar tidak terlalu berharap pada statistik

Kasih tanggapan dong!

%d blogger menyukai ini: