Mengagumimu adalah nikmat mentari
Tenang oleh rasa hangat, terang meski cahayanya jauh
Tidak selalu tampak, meski selalu ada
Mengagumimu adalah rinai hujan
Memiliki berkah di tiap tetesnya,
dan hawa sejuk yang tak putus
Mengagumimu adalah desir angin
Senantiasa dirindukan dan dinikmati
Segarkan yang jenuh dan keringkan keringat
Mengagumimu adalah pesona pagi
Penuh luapan semangat
dan letupan energi
Mengagumimu adalah mekar bunga
Inspirasi tanpa batas bagi orang-orang
dan warna-warna segar
Mengagumimu adalah alam
Bagian dari hidup
sekaligus hidup itu sendiri
Mengagumimu, ya, adalah detak jantung
Yang jadi sebab akan hidup,
dan tak pernah putus selama bertahun
kecuali mati.
03/1434