Buku keempat dan terakhir dari tetralogi Muhammad yang ditulis oleh Tasaro GK ini berjudul Muhammad Generasi Penggema Hujan. Sebuah penutup dari kisah panjang tetralogi ini, sekaligus meleburnya dua kisah di tetralogi ini. Buku ini diterbitkan oleh Bentang pada 2016, tepat beberapa bulan setelah buku ketiga, Muhammad: Sang Pewaris Hujan, terbit.

Sedikit sekali Kashva diceritakan di awal buku ini. Yang banyak disorot adalah Astu, yang mencari jejak Kashva ke berbagai negeri, dengan hal apapun yang bisa dijadikan petunjuk. Ia menemui kenalan-kenalan lama Kashva, yang sayangnya, tidak bisa membantu kecuali hanya dengan sedikit petunjuk. Beruntungnya, dalam perjalanan ini, Astu ditemani Vakshsur, pemuda yang dulunya setia mengawal Kashva.
Di bagian perkembangan Islam, diceritakan gemilang sekaligus lemahnya pemerintahan Utsman. Diikuti dengan skandal pembunuhan beliau, kemudian dilanjutkan dengan Ali sebagai khalifah berikutnya. Kepemimpinan Ali penuh ketimpangan politik, termasuk turut campurnya Aisyah R. A., istri Nabi saw., dalam beberapa peristiwa kontroversial. Pada akhirnya Ali juga mati terbunuh. Disinggung juga sedikit bagaimana paham Syiah berkembang–meski tidak lugas.
Kemudian, dua cerita ini melebur menjadi satu alur ketika Kashva dan Astu bertemu setelah perjalanan mereka yang panjang, berkat Vakshsur, sang pengawal setia. Ini bukan pertemuan yang manis, karena usia tua keduanya, dan terutama, karena ingatan Kashva yang hilang. Kashva kini berubah begitu banyak dan memiliki identitas baru; muslim, tidak ingat masa lalu, pengusaha parfum mawar. Pertemuan ini berlatar belakang kepemimpinan Ali.
Asik, akhirnya abis juga tetralogi ini. Mengagumkan. Tapi kok kayak anti-klimaks ya. Nggak seseru tiga buku sebelumnya. Dan soal sejarah Khulafaurasyidin juga disampaikan terlalu samar dan terlalu sedikit. Tapi aku suka sekali kisah Kashva dan Astu, karena lika-liku melelahkan perjalanan mereka, terutama, karena kisah cinta mereka bukan kisah cinta cengeng yang ada kebanyakan buku (terutama teenlit). Apa yang disampaikan di sini adalah bahwa cinta adalah dedikasi dan konsistensi. Segala hal diceritakan dengan menawan. Agak mengada-ngada di bagian Vakshsur sih, bagaimana ada pemuda asing yang bisa begitu setia memperjuangkan pertemuan Kashva dan Astu. Tapi ya, namanya juga buku. Secara keseluruhan, tentu saja, mengagumkan.
Oh ya, salah satu dari banyak hal yang saya suka dari buku ini adalah: ada tanda tangan penulisnya! Terima kasih Bukukita yang menyediakan Muhammad: Generasi Penggema Hujan edisi tanda tangan!

Senangnya, karena buku ini dibeli berbarengan dengan buku ketiga, saya bisa segera membaca seusai menamatkan buku ketiga. Suka sekali dengan tetralogi ini!
Tiga buku sebelumnya di tetralogi ini sudah saya resensi;
- Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan (#1)
- Muhammad: Para Pengeja Hujan (#2)
- Muhammad: Sang Pewaris Hujan (#3)
Teman-teman ada yang sudah baca buku ini? Atau ada yang akan baca buku ini?
pengin beli buku ini, tapi budgetnya belum ada, haha. buku dari Mizan Group emang bagus2.
Iyaaa, mahal yaaa. Ngomong-ngomong, ini bukan Mizan Kak, tapi Bentanggg
Aaakkk belom beliii. Tapi sudah baca2 bagian endingnya di gramed. Wkwkkk.
Betul. Kisah cinta Astu Kashva anti cengeng2an. Suka kata2 waktu kashva ajak astu niikah. Tapi lupa redaksinya. Hihiii
Iyaaaa seneng bacanya, ga menye-menye. Di samping kisah cinta juga ditonjolin substansi perjuangan dan dedikasi, jadi ga bosen bacanya.
Beli Kakkkkk huhu sedih masa bacanya langsung endingnya :((
Iyaaa. Nunggu diskonan. Ekwkkk. Aq penasaran sm kisah kashva astu. Makanya lgsg ke ending. Heheee
Aku baru baca yang pertama doang hehehe
Mencandu nggak Kak?
Sedang di waiting list untuk dibaca hehe
Waaaahh, buku-buku sebelumnya udah tamat?
Baru yang penggenggam hujan. Itu pun tahun 2010an tamatnya. Dah agak lupa. Mau baca ulang hehe
Kalo tamatnya 2010, berarti waktu pertama keluar langsung beli dong? Ngomong-ngomong saya juga yang Penggenggam Hujan baca ulang 3x, nggak seru kalo langsung loncat buku berikutnya, abis jeda terbitnya lama bangett
iyaa awal keluar langsung beli. terpesona sama gaya penuturan sebagai orang kedua hehe. epic..