Rindu Akan Hidup Abadi

Rindu Akan Hidup Abadi

Di satu siang yang sibuk, Rindu menjerit-jerit, lalu terisak, lalu meraung berisik sekali. “Aku mau mampus saja! Aku mau mampu saja!” begitu kata-katanya.
Mulanya, cuma kuabaikan. Aku punya pekerjaan-pekerjaan yang lebih asyik dan penting untuk diperhatikan, apalagi ada orang yang membayarku untuk pekerjaan-pekerjaan ini. Tapi Rindu ribut tidak henti-henti, aku jadi kesal sendiri.
“Aku mau mampus saja, Prita! Mampus! Modar! Koit! Mati!”
“Ya, mati saja sana,” timpalku kesal. “Kenapa baru sekarang, sih? Seharusnya kamu menginginkan itu dari bertahun-tahun lalu.”
“Aku mau mampus! Mau mampus!” ia tetap berteriak-teriak, entah apakah ia mendengar kata-kataku atau tidak.
“Mati, ya, harusnya sudah sejak dulu, jadi aku bisa bangun siang tiap hari, tidak perlu bangun di awal hari untuk menenangkan rewelmu,” timpalku lagi. Aku meninggalkan pekerjaanku sebentar dan duduk di hadapan Rindu, menatap nahas dirinya, geram sekaligus iba. “Kamu memang harus segera mati, Rindu. Sini, aku bantu.”
Aku baru saja ingin mencabik-cabik Rindu agar keinginan mampusnya tercapai, tapi tiba-tiba ada yang menahan tanganku dari belakang. Aku menoleh. Sosok yang kukenal baik, meski tidak dekat-dekat amat.
“Ya ampun! Ngapain kau datang dan mencegah, Semesta? Aku mau tolong Rindu biar dia cepat mampus!”
“Aku mau cegah kau dari upaya sia-sia,” jawab Semesta tegas, “Dia tidak bakal mati, Prita. Tidak hari ini, tidak esok, tidak lusa, tidak juga bertahun-tahun mendatang. Dia tidak mati, meski dia dan kau menginginkannya dengan sangat. Dia tidak mati, karena Tuhan barusan berkata padaku, dia akan hidup abadi.”
“Tidak!” jerit Rindu dengan isak, makin nyaring dan mengganggu. “Aku mau mati saja, Semesta! Aku mau mati saja, Prita!”
Ia tersedu-sedu dan Semesta yang tidak pernah salah, menatapnya dengan pandangan empati sekaligus jijik. Aku berdiri, sepenuh indra mengabaikan keduanya, dan kembali dengan pekerjaanku.
pexels-photo

Kasih tanggapan dong!

3 pemikiran pada “Rindu Akan Hidup Abadi”

%d blogger menyukai ini: