Lewat

Malam ini, aku melewatkan satu kesempatan temu yang langka. Sudah berlalu setahun sejak temu terakhir. Rentang yang lama, meski bukan yang paling lama. Aku melewatkan kesempatan temu.
Kukira aku akan menyesal atau menangis kesal, tapi ternyata tidak. Rupanya, setelah tahun-tahun yang lewat, menggadangkan frekuensi temu sudah jadi hal basi. Banyak hal yang lebih substantif dari temu. Misalnya: kemampuan untuk tetap tegak dalam kondisi sejauh apapun;  fakta bahwa banyak orang yang datang kemudian tetap tidak ada yang tepat; tekad yang tiap pagi dimantapkan; dan banyak hal lain.
Memang, ada rindu yang lagi-lagi ditampik, ada asa yang lagi-lagi dikekang. Tapi, ada pula doa dan puisi, yang dihela lebih panjang dan lebih sungguh. Semesta akan menata kesempatan temu baru yang entah harus lewat berapa esok algi. Lagipula, masih banyak yang perlu dimatangkan dalam diri.

Kasih tanggapan dong!